Antisipasi Kenaikan Bahan Baku

Fluktuasi ekonomi suatu negara seringkali berimbas kepada banyak hal, salah satunya adalah kenaikan bahan-bahan baku yang digunakan untuk produksi dalam usaha, terutama bisnis kuliner. Hal inilah yang selalu membuat banyak pemilik usaha kelimpungan, karena selain jadi harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli bahan baku, mereka juga harus menyesuaikan diri terhadap beberapa hal, seperti penyesuaian harga jual, gaji pegawai, konsistensi kualitas produk, dan halhal lainnya. Sehingga bisa dibayangkan betapa pusingnya para pemilik usaha tersebut ketika bahan baku produksi yang digunakan untuk usaha mereka harganya berubah.

antisipasi kenaikan bahan baku

Namun hal ini sebetulnya dapat diantisipasi, bahkan sejak jauh-jauh hari sebelum adanya pengumuman kenaikan harga bahan baku itu sendiri. Caranya adalah dengan membeli dan menyetok bahan-bahan baku ter sebut jauh-jauh hari sebelum terjadi kenaikan. Memang tidak berlaku untuk semua jenis bahan baku, tetapi setidaknya para pemilik bisnis tidak akan terkena imbas yang besar dibandingkan ketika bahan-bahan baku tersebut dibeli saat terjadinya kenaikan harga. Tapi tentu saja trik ini tidak bisa diaplikasikan sembarangan, misalnya saja untuk bahan baku seperti telurkan tidak bisa menyetok selama berbulan-bulan, bisa-bisa telurnya keburu busuk duluan sebelum digunakan.

Lalu bagaimana cara membaca situasinya? Pertama tentu saja Anda harus menyesuaikan dengan jadwal produksi usaha Anda dan membangun prediksinya berdasarkan jadwal tersebut. Anda pastinya sudah memiliki jadwal produksi yang mengatur semua mulai dari jadwal kerja staff hingga bahan-bahan baku yang digunakan. Pada bisnis yang sudah melewati tahap start up, jadwal produksi yang dibuat biasanya akan menyesuaikan dengan konsistensi pasar yang menyerapnya. Contohnya jika produk harus didistribusikan ke pasar pada minggu ke-2 dan ke-4 da l am sebulan, maka waktu produksinya adalah pada minggu ke-1 dan ke-3, atau sebaliknya.

Maka dengan berdasarkan jadwal produksi tersebut, Anda bisa mulai memprediksi berapa banyak bahan baku yang dibutuhkan dalam sekali proses produksi dan berapa banyak yang harus dibeli kemudian menyimpan stok. Dari sini Anda bisa mengkategorikan bahan-bahan baku mana saja yang bisa dijadikan stok dalam waktu yang cukup lama, jangka menengah, dan waktu jangka pendek. Misalnya untuk usaha cookies, kue-kue, bahanbahan seperti tepung, mentega, fermipan, dan sebagainya bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama dibandingkan telur, keju, atau susu.

Jika sudah memiliki list bahan baku yang bisa dijadikan stok dalam waktu lama dan yang tidak, Anda tinggal menyesuaikannya dengan waktu produksi dan kapan produk tersebut harus sampai ke pasaran dalam jumlah besar. Kapan harus belanja stok bahan baku dalam jumlah banyak, dan kapan bahan-bahan tersebut harus dihabiskan. Setelah memiliki perkiraan tersebut, Anda bisa mulai memprediksi dalam waktu setahun kira-kira kapan momentum yang memungkinkan terjadinya kenaikan harga bahan baku. Momentum dimana terjadinya kenaikan hargaharga biasanya adalah pada saat menjelang hari raya, misalnya pada saat menjelang bulan ramadhan atau hari raya lainnya. Maka sebelum momentum itu sudah bisa mempersiakan stok bahan baku agar kenaikan harga di pasaran tidak mempengaruhi usaha.

Pengusaha bahan baku sebaiknya juga memberikan informasi yang cepat pada konsumen bila ada kenaikan harga atau hal penting lainya. Informasi yang diberikan lebih cepat sampai bila menggunakan website karena jaman sekarang peran website sangat penting bagi pengusaha. Bila tidak memiliki waktu untuk mengurus website, serahkan pada jasa seo website murah dan anda bisa fokus pada bisnis.